Saturday, February 2, 2013

Tantangan Menjadi Guru dan Dosen Profesional

Sebuah Pelajaran Besar Telah Kutemukan Hari Ini...! 
 -Alimudin Garbiz

Pada saat ujian, ada beberapa mahasiswa yang protes kepada sebagian dosen. Sebab materi yang diujikan tak sesuai dengan apa yang diajarkan di perkuliahan. Ternyata, tidak mudah menjadi guru/dosen yang baik itu. Ada beberapa kriteria menjadi guru/dosen profesional diantaranya seorang pendidik harus mempunyai kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian dan sosial.

Dosen yang mengajarnya berhenti di tengah jalan. Dengan berbagai alasan dan kesibukan. Terlepas berbagai alasan tersebut, hal ini tentu merepotkan bagi kita sebagai pengelola dan penanggung jawab proses pembelajaran. Kadang-kadang, sebagain dosen, dikasih jadwal masalah, tidak dikasih juga masalah. karena yang bersangkutan sudah mendapatkan beasiswa tentu dengan rekomendasi lembaga dengan segala konsekwensinya.
Mahasiswa sekarang semakin kritis dan melek. sehingga mereka meminta proses pembelajaran yang baik.
Walau kadang-kadang, kita juga dihadapkan pada mahasiswa yang berbeda karakter. Tentu ada flksibilitas, sebab jika kita terlalu rajin, mahasiswa yang pemnmalas tak suka, jika kita malas mahasisw ayang rajin merasa rugi.
Pada akhirnya, menjadi guru atau dosen perlu perispan yang benar-benar bagus bagi adanya proses pembelajaran yang baik.
dianatara yang menjadi bahan evaluasi bagi guru atyau dosen sebagai berikut :

Jurusan/Prodi       : PAI/PGMI                                                              Mata Kuliah           : ………………………………
Dosen                     :                                                                               Kelas                      : ………………………………
 

PETUNJUK : 
·       Tiap nomor hanya boleh ada satu lingkaran jawaban / pendapat terhadap aspek-aspek dalam tabel berikut dengan kriteria rentang skor 1 sampai dengan 5:
1 = sangat tidak baik/sangat rendah/tidak pernah/tidak lengkap
2 = tidak baik/rendah/jarang/kurang lengkap
3 = biasa/cukup/kadang-kadang/cukup lengkap
4 = baik/tinggi/sering/lengkap
5 = sangat baik/sangat tinggi/selalu/sangat lengkap

I.  KOMPETENSI PEDAGOGIK
No.
Butir-butir yang Dinilai
Penilaian
1
2
3
4
5
1.
Kesiapan memberikan kuliah dan atau praktik





2.
Keteraturan dan ketertiban penyelenggaraan perkuliahan





3.
Kemampuan menghidupkan suasana kelas





4.
Kejelasan penyampaian tujuan pembelajaran, materi dan jawaban terhadap pertanyaan di kelas





5.
Pemanfaatan media dan teknologi pembelajaran





6.
Pemberian tugas terstruktur (paper, rangkuman, latihan soal/pemecahan masalah, dll)





7.
Pemberian umpan balik terhadap tugas (pengembalian tugas)





8.
Kesesuaian materi ujian dan/atau tugas dengan tujuan kompetensi mata kuliah





9.
Kesesuaian nilai yang diberikan dengan hasil belajar






Jumlah Skor I





II.  KOMPETENSI PROFESIONAL
No.
Butir-butir yang Dinilai
Penilaian
1
2
3
4
5
1.
Penguasaan terhadap materi pembelajaran





2.
Kemampuan menjelaskan pokok bahasan/topik secara sistematis





3.
Kemampuan  memberi contoh relevan dari konsep yang diajarkan





6.
Kemampuan menjelaskan keterkaitan bidang/topik yang diajarkan dengan konteks kehidupan





7.
Penguasaan akan isu-isu mutakhir dalam bidang yang diajarkan





8.
Penggunaan hasil-hasil penelitian untuk meningkatkan kualitas pembelajaran





9.
Kemampuan menggunakan beragam teknologi komunikasi untuk pengkayaan materi ajar   






Jumlah Skor II





III.  KOMPETENSI KEPRIBADIAN
No.
Butir-butir yang Dinilai
Penilaian
1
2
3
4
5
1.
Rasa percaya diri akan kemampuan mengajar





2.
Kewibawaan sebagai pribadi dosen





3.
Kearifan dalam mengambil keputusan (menyelesaikan persoalan mahasiswa)





4.
Menjadi contoh dalam bersikap dan berperilaku





5.
Satunya kata dan tindakan (konsisten)





6.
Kemampuan mengendalikan diri dalam berbagai situasi





7.
Adil dalam memperlakukan mahasiswa






Jumlah Skor III





IV.  KOMPETENSI SOSIAL
No.
Butir-butir yang Dinilai
Penilaian
1
2
3
4
5
1.
Kemampuan menerima kritik, saran, dan pendapat orang lain





2.
Kesediaan meluangkan waktu untuk konsultasi di luar kelas





3.
Mengenal dengan baik mahasiswa yang mengikuti kuliahnya





4.
Mudah bergaul dengan segenap civitas (termasuk dengan mahasiswa)





5.
Toleransi terhadap keberagaman mahasiswa






Jumlah Skor IV






V. Saran dan kritik anda berkaitan dengan aspek suasana perkuliahan

Monday, November 12, 2012

Orang Jepang Ingin Mencetak Generasi Unggul dari Daerah

Penulis bersama Mr. Toshinari Fuchino & rekan di Universitas Garut
Secara tak sengaja, saya baru saja ketemu dan ngobrol dengan Mr. Toshinari Fuchino dan Junya Nakai, Keduanya datang menawarkan kerjasama dengan Universitas Garut untuk memberikan pelatihan kepada para mahasiswa mengenai pembelajaran yang efektif dan efisien sesuai yang telah dikembangkan oleh mereka di Jepang.
Keduanya adalah Owner dan Manajer Direktur GLECT, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang Pendidikan dan Teknologi Informasi.
Dari pembicaraan dengan keduanya saya mendapatkan sesuatu yang mencengangkan, dimana kedua orang Jepang tersebut menyatakan kecintaannya kepada Indonesia, khususnya kota Garut yang menurutnya sangat mirip dengan kota kelahiran Mr Fuchino (bukan kafucino ya he..he..) di Jepang.
Beliau ingin mengembangkan sebuah pola dan metode pendidikan yang khusus diciptakan bagi kemandirian siswa-siswa di sekolah. Khususnya bagi kalangan anak-anak SD, SMP dan SMA. Dimana dengan metode GLECTY yang coba dikembangkan oleh mereka, diharapkan dapat tercetak generasi unggul dari daerah. Bukan dari kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya atau Ibukota lainya yang memang sudah banyak prestasi siswa-siswinya yang hebat-hebat.
Akan tetapi si Orang Jepang ini ingin memulai proyek pendidikannya dari sebuah kota kecil yang bernama Garut, mudah-mudahan keinginan ini tercapai, nantinya akan menyebar ke kota-kota kecl lainnya di seluruh Indonesia.
Metode GLECTY sendiri akan diperkenalkan di sebuah seminar di Kota Garut pada hari rabu sekarang ini. untuk lebih lengkapnya penulis sendiri akan menghadirinya dan mememberikan laporan pandangan mata kepada Anda semuanya langsung dari tempat kejadin, tentu saja setelah ada waktu untuk menuliskannya he...he....dan mencoba lebih jauh menangkap substansi dari metode ini. Barangkali saja ada cara yang hebat yang membuat anak-anak didik kita menjadi hebat-hebat dan memaksa kita untuk bilang wuih gitu sambil koprol tiga kali he...he...
Oh ya, seminar ini juga menawarkan peluang untuk Kita menjadi pebisnis dalam bidang ini dengan menjadi tutor bagi Metde Glecty di masa yang akan datang, cepat-cepat ...ini kesempatan yang sangat hebat, kesempatan tidak datang dua kali, ayo take action...salaam hebat super dan bahagia....!
Alimudin Garbiz

Tolak Reaktivasi, Masyarakat siap "Jumroh" ke Gedung Sate

Forum Paguyuban Tanah Rel (FPTR) Garut yang terdiri dari para RW dan Tokoh menyelenggarakan Musyawarah dan penyikapan terhadap Rencana Reakt...